Detik-detik Pengungkapan Kasus Anak Bunuh Ayah di Anjir Pasar Batola
Berikut kronologi pengungkapan kasus anak bunuh ayah di RT 02 Desa Mentaren, Kecamatan Anjir Pasar, Barito Kuala (Batola), Sabtu (04/04/2026) malam.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Berikut kronologi pengungkapan kasus anak bunuh ayah di RT 02 Desa Mentaren, Kecamatan Anjir Pasar, Barito Kuala (Batola), Sabtu (04/04/2026) malam.
Seorang pria berinisial MR (23) diduga membunuh Jarkani (61) yang notabene sang ayah kandung. Didasari barang bukti di tempat kejadian, korban dihabisi menggunakan parang sepanjang 70 sentimeter.
Sebelum kasus tersebut terungkap, sejumlah warga setempat melihat pelaku berjalan sembari menenteng sebilah parang sekitar pukul 20.30 Wita.
Mengingat pelaku diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga pun berinisiatif memberitahu Kepala Desa Mentaren.
"Setelah mendapat laporan, kepala desa bersama sejumlah warga mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk memberitahukan kondisi sang anak," papar Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, melalui Kasi Humas AKP Ma'rum.
Setibanya di rumah korban, mereka terkejut bukan kepalang karena melihat korban terlihat terkapar berlumuran darah dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Setelah mengamati sekeliling rumah, warga mengabari salah seorang anak korban bernama Arbainah yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
Personel Polsek Anjir Pasar yang kemudian menerima laporan anak korban, langsung menuju lokasi. Tidak lama kemudian, Opsnal Satreskrim Polres Batola juga tiba dan mengamankan pelaku.
Adapun jenazah korban selanjutnya dievakuasi dari tempat kejadian, dan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum et repertum.
"Selain parang yang diduga digunakan pelaku, juga telah diamankan beberapa barang bukti sebilah gagang gorden aluminimum sepanjang 1 meter," jelas Ma'rum.
"Juga sebanyak 4 bungkus obat yang bertuliskan Lorazepam 2 miligram, Soroquin XR 400 miligram, dan Clozapine 25 miligram," sambungnya.
Dikutip dari Alodokter, penggunaan ketiga jenis obat tersebut harus menggunakan resep dokter dan diperuntukkan pasien kejiwaan.
Lorazepam sendiri adalah obat penenang golongan benzodiazepine yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan parah, insomnia, dan premedikasi sebelum operasi.
Sedangkan Soroquin merupakan obat antipsikotik untuk mengatasi gangguan mental seperti skizofrenia, episode manik, dan depresi bipolar.
Sementara Clozapine diketahui obat antipsikotik atipikal yang digunakan untuk mengobati skizofrenia yang resistan terhadap pengobatan dan mengurangi perilaku buruk pasien skizofrenia/skizoafektif.
"Kami masih melakukan pendalaman kasus tersebut, termasuk dugaan penyakit kejiwaan pelaku," tambah Kasat Reskrim AKP Adhi Nurhudaya Saputra.