Jalan Terjal Menuju Super League: Barito Haram Tergelincir, Persipura Mengintai
Persaingan di Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 memasuki fase paling krusial. PSS Sleman, Barito Putera, dan Persipura Jayapura hanya terpaut 1 poin dan menciptakan situasi zero margin of error.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Persaingan di Grup 2 Pegadaian Championship 2025/2026 memasuki fase paling krusial. PSS Sleman, Barito Putera, dan Persipura Jayapura hanya terpaut 1 poin dan menciptakan situasi zero margin of error.
Dengan 3 pertandingan tersisa, setiap matchday praktis bernilai final. PSS memimpin dengan 49 poin, dibayangi Barito 48 poin dan Persipura 47 poin.
Diketahui PSS Sleman akan menghadapi Persiku Kudus (kandang), Persiba Balikpapan (tandang), dan PSIS Semarang (kandang).
Adapun Barito Putera berturut-turut bakal meladeni Persiba Balikpapan (kandang), Persela Lamongan (tandang) dan Persipal Palu (kandang).
Sementara Persipura Jayapura dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang (kandang), Persipal Palu (tandang) dan Persiku Kudus (kandang).
Dalam konteks ini, bukan hanya soal kualitas, tetapi juga konsistensi dan ketahanan mental. Bukan pula soal klub paling paling kuat, tapi klub paling siap menghadapi momen genting.
Rekor Head To Head
Sebenarnya di atas kertas, ketiga klub memiliki jadwal relatif bersahabat. PSS, misalnya. Tak hanya menghadapi klub papan tengah ke bawah, Super Elang Jawa mendominasi rekor pertemuan atas Persiku, Persiba, dan PSIS. Secara matematis dan psikologis, PSS memegang kendali penuh.
Barito Putera juga menghadapi lawan di posisi lebih rendah. Meski pernah kalah 0-1 dari Persiba Balikpapan, Laskar Antasari mampu membalas dengan kemenangan 3-0 Stadion Demang Lehman.
Namun catatan melawan Persela Lamongan menjadi alarm. Barito takluk 0-1 dalam pertemuan pertama di Stadion Demang Lehman, sekaligus kekalahan perdana di Pegadaian Championship 2025/2026.
Sementara ketika bermain di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/01/2026), pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Barito sendiri unggul head to head atas Persipal Palu masing-masing dengan skor 3-0 dan 5-0. Namun hattrick kemenangan atas Persipal tidak akan berarti banyak, seandainya mereka tergelincir di pertandingan sebelumnya.
Satu-satunya keuntungan Barito Putera adalah dapat menentukan nasib, dan tidak bergantung kepada klub lain. Situasi inilah yang tidak dimiliki Persipura Jayapura.
Kendati demikian, Persipura Jayapura juga memiliki rekor nyaris sempurna atas semua lawan yang akan dihadapi. Si Mutiara Hitam hanya sempat diimbangi Persipal Palu 0-0.
Persipura punya peluang serupa untuk kembali menyapu bersih pertandingan sisa. Namun demikian, sepak bola tidak selalu berjalan linear lantaran tekanan seringkali menjadi pembeda.
Faktor Penentu
Berasumsi Barito Putera dapat mengalahkan Persiba Balikpapan, Sabtu (18/04/2026), sorotan utama akan tertuju kepada partai melawan Persela di Stadion Surajaya, Sabtu (25/04/2026).
Persela yang sekarang menghuni peringkat lima klasemen, masih punya kualitas untuk menjegal. Andai kemudian Barito terpeleset, PSS berpeluang menjauh tanpa tekanan berarti dan Persipura bisa menyalip ke posisi dua.
Tekanan terhadap Barito pun dipastikan meningkat drastis di pertandingan terakhir. Skenario playoff bahkan bisa berubah menjadi kehilangan posisi dua.
Dalam situasi krusial, klub yang mampu mengelola tekanan berpeluang besar unggul, clean sheet menjadi aset mahal, dan efektivitas penyelesaian akhir berpeluang menjadi kunci.



