Orang Banjar Jabat Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN
Perjalanan karier Ahmad Suhaimi dalam lingkup Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menanjak.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Perjalanan karier Ahmad Suhaimi dalam lingkup Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menanjak.
Pria yang lahir 26 September 1976 di Banjarmasin itu sekarang menjabat Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN.
Pelantikan Suhaimi langsung dilakukan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, bersama 130 pejabat lain yang terdiri dari 16 pejabat pimpinan tinggi pratama, 113 pejabat administrator dan 1 pejabat fungsional di Jakarta, Kamis (04/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nusron menekankan agar para pejabat yang baru dilantik dapat memanfaatkan kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semua jabatan hanya sementara, sehingga ketika mendapatkan amanah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, memberikan kemanfaatan dan pelayanan seadil-adilnya kepada masyarakat," papar Nusron.
“Kepada teman-teman yang pindah ke pusat, mari berkolaborasi dengan baik. Sementara teman-teman yang pindah dari pusat ke daerah, seyogyanya memberikan dedikasi terbaik dan meningkatkan kecepatan layanan,” tambahnya.
Nusron juga menegaskan kecepatan pelayanan pertanahan masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian ATR/BPN, "Ini akan diselesaikan satu per satu supaya tingkat kepuasan masyarakat semakin meningkat,” imbuhnya.
Berangkat Dari Nol
Sebelum dipercaya menjadi Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN, Suhaimi menjabat Kepala Kantor Pertanahan Banjarbaru sejak 18 September 2024.
Uniknya di tempat yang sama pula, Suhaimi mengawali karier sebagai staf lantaran mendaftar menggunakan ijazah sekolah menengah selepas lulus SMEA Negeri 2 Banjarmasin (sekarang SMKN 3 Banjarmasin).
Setelah menjadi PNS sejak 1999, Suhaimi sendiri tercatat masih berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat. Setelah merampungkan pendidikan, Suhaimi ditempatkan di Kotabaru semalam 10 tahun hingga kemudian menjabat Kasi Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat.
Lantas mulai 2009, Suhaimi ditarik ke Kanwil BPN Kalimantan Selatan di Banjarmasin dan menjabat Kasi Pendaftaran Peralihan dan PPAT serta beberapa jabatan lain.
Kepercayaan semakin bertambah, karena Suhaimi diberi amanah sebagai Kepala Kantor Pertanahan Hulu Sungai Utara sejak 20 Maret 2017.
Sempat menjabat Plt Kepala Kantor Pertanahan Hulu Sungai Tengah hingga 2018, Suhaimi kemudian menjadi Kepala Kantor Pertanahan Barito Kuala sejak 12 Maret 2019.
Pengabadian Suhaimi di Barito Kuala berakhir 10 Februari 2021, setelah ditempatkan sebagai Kepala Kantor Pertanahan Tanah Laut hingga 18 September 2024.
Selama bertugas di Barito Kuala, Suhaimi banyak menyelesaikan status aset-aset tanah pemerintah. Ketika pindah tugas, Suhaimi membawa Kantor Pertanahan Tanah Laut menjadi menjadi satu-satunya Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Juga mendapat penghargaan dan menjadi role model penyelenggaraan kelompok rentan, serta selama tiga tahun berturut-turut meraih nilai tertinggi versi Ombudsman.
Sementara di Banjarbaru, Suhaimi aktif mendorong peningkatan kualitas pelayanan pertanahan, penguatan integritas aparatur, serta percepatan berbagai program strategis nasional di bidang pertanahan.
Berbagai inovasi pelayanan dan pembenahan birokrasi turut membawa Kantor Pertanahan Banjarbaru meraih sejumlah capaian positif.
Salah satunya memperoleh nilai 93,47 atau kategori kualitas pelayanan sangat baik dalam penilaian opini Ombudsman 2025, plus Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas (WTAB) dari Kementerian ATR/BPN.
Kantor Pertanahan Banjarbaru juga terlibat aktif dalam percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), peningkatan kualitas layanan pertanahan berbasis digital, dan penanganan berbagai persoalan agraria.
Meski sibuk dengan tugas keseharian sebagai pegawai pemerintah, Suhaimi tetap meluangkan waktu untuk terus memperdalam dan memperluas ilmu pengetahuan.
Faktanya gelar akademik jenjang S1 tidak hanya diraih di Universitas Lambung Mangkurat, tetapi juga di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari.
Gelar S2 juga dua masing-masing di Univesitas Lambung Mangkurat dan STIE Pancasetia. Terakhir Suhaimi menggenggam gelar doktor di Universitas Airlangga Surabaya.

