Retreat di Akmil Magelang, Ketua DPRD Batola Asah Kepemimpinan dan Nasionalisme
Selama enam hari, Ketua DPRD Barito Kuala (Batola) Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono digembleng dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
KABARKALSEL.COM, MAGELANG - Selama enam hari, Ketua DPRD Barito Kuala (Batola) Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono digembleng dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Berlangsung sejak 15 April 2026, kegiatan yang dikemas oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dalam bentuk retreat nasional ini diikuti sebanyak 396 peserta.
Sama seperti Ayu, mereka yang berpartisipasi dalam retret nasional adalah ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Seperti retreat yang sebelumnya telah diikuti gubernur, bupati, dan wali kota, retreat merupakan bagian dari pembinaan kepemimpinan nasional.
Khusus untuk ketua DPRD, retreat di Akademi Militer bertujuan menanamkan nilai patriotisme dan semangat nasionalisme di tengah dinamika global.
Selanjutnya diharapkan pimpinan DPRD memiliki integritas, berkarakter kuat, mampu menjalankan peran strategis dalam sistem pemerintahan, serta mendukung program nasional pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Tentunya kami bersyukur bisa berpartisipasi, karena retreat nasional memberi kesempatan untuk memperkuat perspektif kepemimpinan, khususnya dalam menjawab tantangan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah," ungkap Ayu, Jumat (17/04/2026).
“Kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah dan memperdalam wawasan kebangsaan,” tambahnya.
Selama retreat nasional yang berlangsung hingga 19 April 2026 mendatang, peserta mendapatkan pembekalan terkait empat konsensus kebangsaan, tantangan geopolitik global, dan berbagai program strategis pemerintah pusat.
Sejumlah pejabat negara juga dihadirkan sebagai narasumber seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Semoga dengan fisik dan mental yang kuat selepas retreat, kami semakin optimal menjalankan amanah masyarakat dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan," beber Ayu.
Sementara Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pimpinan DPRD berperan penting dalam mengawal dan mewujudkan Asta Cita di daerah.
"DPRD bukan sekadar pengemban fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. DPRD juga penjaga harmoni antara kepentingan nasional dan aspirasi lokal," ungkap Ace dalam keterangan resmi Lemhannas, Kamis (16/04/2026).
"Peran tersebut bermakna strategis, karena dapat menentukan pembangunan dapat berjalan selaras atau malah justru terfragmentasi," imbuhnya.
Sementara di tengah pengaruh geopolitik, DPRD juga dituntut mampu merumuskan dan mendukung desain besar pembangunan nasional.
Setiap keputusan anggaran, regulasi, dan pengawasan harus diarahkan dan mampu berkontribusi nyata bagi masa depan bangsa dan masyarakat di daerah.
"DPRD juga mampu menjembatani kebijakan pusat dan daerah, merajut kolaborasi lintas sektor, serta memastikan bahwa pembangunan berjalan secara inklusif dan berkeadilan,” beber Ace.
"Itu berkaitan dengan tujuan retreat yang berusaha membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta membentuk cara pandang, meneguhkan komitmen kebangsaan, dan memperkuat peran pimpinan DPRD dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," tutupnya.



