Harga Karet di Balangan Tembus Rp14 Ribu Per Kilogram, Petani Kembali Tersenyum
Kenaikan harga karet dalam beberapa bulan terakhir membawa angin segar untuk petani di Kecamatan Awayan, Balangan.
KABARKALSEL.COM, BALANGAN – Kenaikan harga karet dalam beberapa bulan terakhir membawa angin segar untuk petani di Kecamatan Awayan, Balangan.
Setelah sempat terpuruk dan hanya dihargai sekitar Rp5.000 per kilogram, sekarang harga karet menembus Rp14.000 per kilogram di tingkat petani.
Kondisi tersebut disambut gembira oleh para pekebun. Terlebih selama beberapa tahun terakhir, mereka harus menghadapi harga jual yang rendah di tengah peningkatan kebutuhan hidup.
"Alhamdulillah sekarang harga karet jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya," papar warga Desa Pulantan, Kamarudin, dikutip dari Antara, Senin (01/06/2026).
"Terakhir saya menjual sekitar 5 kilogram dan dibayar dengan Rp60 ribu. Berarti harga beli sekitar Rp12 ribu per kilogram," sambungnya.
Harga jual karet sendiri sangat dipengaruhi oleh kadar air yang terkandung dalam lum. Semakin kering kondisi karet, semakin tinggi pula harga yang diterima petani.
Makanya karet yang didiamkan hingga satu minggu setelah penyadapan, biasanya dapat dihargai antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram karena kadar air lebih rendah.
Kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik untuk petani, setelah dua tahun terakhir menghadapi masa sulit akibat penurunan nilai jual karet. Sebelumnya harga bahkan sempat berada di kisaran Rp5.000 per kilogram.
Meski demikian, pekerjaan sebagai penyadap karet tetap memiliki tantangan tersendiri. Sepanjang musim hujan, aktivitas penyadapan sering terhambat karena karet sulit mengering. Akibatnya hasil panen tidak dapat segera dipungut maupun dijual.
Kamarudin sendiri biasanya menjual hasil sadapan setiap tiga hari sekali. Namun sebagian petani memilih menunggu hingga satu minggu agar kualitas karet lebih baik dan harga jual lebih tinggi.
“Saya hanya memiliki kurang lebih 150 batang pohon karet yang produktif. Tentunya saya tetap bersyukur, karena harga karet naik dan kebutuhan ekonomi terpenuhi,” papar Kamarudin.
Sementara pengepul karet di Desa Pulantan, Gamsani, membenarkan tren kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Biasanya karet yang dibeli dari petani akan disimpan selama sekitar satu minggu atau hingga mencapai 2 ton sebelum dikirim ke pabrik," jelas Gamsani.
Tren kenaikan harga mulai terasa sejak empat bulan terakhir. Sekarang Gamsani bahkan dapat menjual karet ke pabrik dengan harga mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
"Harga sekarang merupakan yang tertinggi selama 14 tahun saya menjadi pengepul karet," tutup Gamsani.

