Suplai Air PDAM Balangan Lumpuh, Dua Kecamatan Terdampak

Suplai air bersih PDAM Balangan ke Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan sementara lumpuh, karena kerusakan kubikel 24 kV di gardu induk IPA 1 Gunung Pandau.

Feb 21, 2026 - 21:34
Feb 21, 2026 - 21:35
Suplai Air PDAM Balangan Lumpuh, Dua Kecamatan Terdampak
Petugas PLN dan PDAM Balangan di ruang kubikel yang bermasalah, Sabtu (21/2/2026). Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, PARINGIN - Suplai air bersih PDAM Balangan ke Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan sementara lumpuh, karena kerusakan kubikel 24 kV di gardu induk IPA 1 Gunung Pandau.

Kubikel sendiri merupakan komponen vital di gardu distribusi dan gardu induk yang berfungsi mengatur arus listrik agar tetap aman dan stabil.

“Proses perbaikan masih berjalan. Kami mohon maaf kepada masyarakat dan berharap bisa bersabar atas kondisi yang terjadi,” papar Direktur Bisnis PT Air Minum Sanggam Balangan, Akhmad Agus Fitriyadi, dikutip dari Antara, Sabtu (21/02/2026).

Namun demikian, belum dapat diestimasi waktu normal distribusi air. Sebelumnya terdeteksi kondisi kelistrikan yang tidak normal di kubikel. Kalau tetap dipaksakan, dikhawatirkan terjadi ledakan dan membahayakan instalasi.

“Untuk mengantisipasi risiko tersebut, PLN akan mengganti kubikel dengan unit baru. Sekarang masih dalam proses pengambilan ke PLN Barabai,” jelas Agus.

Sementara gangguan distribusi air telah hingga berdampak besar kepada aktivitas rumah tangga. Mereka pun meminta kepastian dari PT Air Minum Sanggam.

“Dari kemarin pagi sampai sekarang air tidak mengalir. Tentunya sangat mengganggu aktivitas seperti mandi dan mencuci. Kami hanya ingin kepastian air kembali normal,” keluh Husin, salah seorang warga Paringin Selatan.

Berita Terkait:

Kejari Balangan Menghentikan Pendampingan Hukum PTAM Sanggam, Ternyata Ini Alasannya

Mulai September 2025, PT Air Minum Sanggam Balangan Menaikkan Tarif

"Seharusnya setelah penyertaan modal sebesar Rp20 miliar dari pemerintah daerah, PDAM dapat meningkatkan dan memaksimalkan pasokan air bersih ke masyarakat," sambungnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain bernama Kurniawan yang mempertanyakan pemanfaatan genset milik PDAM Balangan.

“Kalau masalah kelistrikan, seharusnya PDAM bisa mengantisipasi dengan menyalakan genset agar distribusi air tetap berjalan,” tegasnya.

Adapun terkait genset, Supervisor Humas dan CSR PT Air Minum Sanggam Balangan, Yurli Setiawan, mengakui genset sebenarnya sudah tersedia di IPA 1 Gunung Pandau. 

Namun kapasitas genset yang tersedia sudah tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan listrik akibat peningkatan jumlah pelanggan.

“Genset sudah tersedia, tetapi tidak mampu menahan beban listrik. Kami sudah mengajukan kepada pimpinan untuk pengadaan genset baru yang sesuai kondisi,” tukas Yurli.

"Sebenarnya gangguan distribusi air tidak hanya disebabkan pemadaman listrik, tetapi juga bisa dipicu penurunan voltase yang sangat berpengaruh terhadap kinerja instalasi pengolahan air," tutupnya.