Pemprov Kalsel Genjot Jalan Lintas Tengah, Perkuat Akses Lintas Kabupaten

Pembangunan Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Jalan Mali-Mali di Banjar hingga Sirkuit Balipat, Tapin, bakal dipercepat Pemprov Kalimantan Selatan.

Feb 20, 2026 - 23:01
Feb 21, 2026 - 00:00
Pemprov Kalsel Genjot Jalan Lintas Tengah, Perkuat Akses Lintas Kabupaten
Pembangunan Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Jalan Mali-Mali di Banjar hingga Sirkuit Balipat, Tapin, bakal dipercepat Pemprov Kalimantan Selatan. Foto: Media Center Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pembangunan Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Jalan Mali-Mali di Banjar hingga Sirkuit Balipat, Tapin, bakal dipercepat Pemprov Kalimantan Selatan. 

Dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, pembangunan Jalan Lintas Tengah sejalan dengan komitmen Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dalam memperkuat akses transportasi lintas kabupaten.

“Kami sudah melaksanakan proses persiapan pengadaan tanah," papar Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, melalui Kabid Bina Marga Robby Cahyadi, Jumat (20/02/2026).

"Adapun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sudah diselesaikan dan semoga bisa segera berlanjut ke tahapan selanjutnya bersama BPN dan pemerintah kabupaten/kota terkait,” imbuhnya.

Proses pengadaan tanah ditargetkan mulai dilaksanakan dalam tahun anggaran 2026 oleh tim pelaksana dan appraisal penilaian lahan. 

"Berdasarkan perhitungan awal konsultan penyusun DPPT, kebutuhan anggaran pengadaan tanah diperkirakan mencapai sekitar Rp75 miliar," beber Robby.

Jalan Lintas Tengah direncanakan sepanjang sekitar 30 kilometer dengan lebar Right Of Way (ROW) 40 meter, "Sedangkan outlet atau akses keluar direncanakan berada di sekitar sirkuit,” tambah Robby.

Pembangunan Jalan Lintas Tengah ditargetkan rampung di akhir masa jabatan Muhidin dan Hasnuryadi atau 2028, dengan tetap memperhatikan dinamika dan perkembangan kondisi di lapangan.

“Dengan realisasi Jalan Lintas Tengah, diharapkan konektivitas menuju Banua Anam semakin optimal. Distribusi logistik juga lebih efisien, dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kalsel,” pungkas Robby.