Tak Hanya Pemerintah, 7 Perusahaan dan H Isam Turun Tangan Tangani Karhutla Kalsel

Tidak hanya pemerintah, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan melibatkan swasta, termasuk pengusaha Andi Syamsudin Arsyad.

Aug 23, 2026 - 23:54
Aug 23, 2026 - 23:56
Tak Hanya Pemerintah, 7 Perusahaan dan H Isam Turun Tangan Tangani Karhutla Kalsel
Gubernur H Muhidin bersama KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Andi Syamsuddin Arsyad ketika meninjau penanganan karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Sabtu (22/08/2026) sore. Foto: Biro Adpim Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Tidak hanya pemerintah, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan melibatkan swasta, termasuk pengusaha Andi Syamsudin Arsyad. 

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/08/2026), penanganan karhutla di Kalimantan, termasuk di Kalsel, harus dilakukan secepat dan seoptimal mungkin.

Presiden pun menginstruksikan pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung menangani karhutla. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) dan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri ditugaskan ke Kalsel.

Sementara penanganan di Kalimantan Barat menjadi tanggung jawab Panglima TNI dan Kapolri. Adapun Kalimantan Tengah ditangani Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Wakapolri. Sedangkan Kalimantan Timur menjadi tanggung jawab Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri.

"Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal," jelas Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulis.

"Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan berlaku," lanjutnya.

Kemudian sejumlah langkah penanganan disiapkan untuk mengatasi karhutla secara cepat. Salah satunya penambahan tiga bataylon TNI dari luar Kalimantan yang akan didatangkan bertahap.

Lalu mengerahkan personel aparat di darat untuk memadamkan titik-titik api, penambahan 6 helikopter water bombing dan memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla. 

"Juga memperbanyak dan menambah alat pompaninasi dan bor air, khususnya di lahan-lahan gambut guna meredam titik panas bawah tanah," beber Teddy.

Seiring instruksi tersebut, seluruh pihak pun dilibatkan. Seperti di Kalsel, sebanyak tujuh perusahaan mengirimkan personel untuk menempati sejumlah pos lapangan. 

Dukungan tersebut difokuskan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, termasuk sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor, Guntung Damar, Pengayuan dan Sambang Lihum.

Perusahaan yang terlibat adalah Adaro Indonesia, Arutmin Indonesia, PT Hutan Rindang Banua, Borneo Indobara, PT Binuang Mitra Bersama, PT Putra Barito Abadi dan Bumi Rantau Energi.

Keterlibatan perusahaan tersebut dilakukan bergantian. Setelah masa dukungan selama 10 hari berakhir, perusahaan lain akan menggantikan untuk memastikan penguatan personel dan peralatan tetap berjalan.

Juga datang bantuan dari pengusaha Andi Syamsudin Arsyad yang sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Pangan, Energi dan Sumber Daya.

Pengusaha asal Tanah Bumbu yang dikenal dengan nama H Isam tersebut menawarkan bantuan alat berat, water boombing, 100 unit pompa dan dana Rp7,6 miliar. 

"Dana bantuan akan digunakan selama dua pekan kedepan untuk kebutuhan taktis, terutama di ring 1 bandara dan lokasi lain yang dinilai membutuhkan," jelas Gubernur Kalsel, H Muhidin, dikutip dari Antara, Minggu (23/08/2026)

"Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, karena bantuan dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam penanggulangan karhutla," tambahnya.