Tanpa Pemberitahuan Resmi, Aliran PDAM Batola di Marabahan Lumpuh Berjam-jam
Aliran air dari PDAM Barito Kuala (Batola) mendadak mati total, khususnya di Kecamatan Marabahan, Kamis (07/05/2026) malam. Situasi ini berlangsung sejak pukul 19.45 Wita atau selepas salat isya hingga pukul 23.25 Wita.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Aliran air dari PDAM Barito Kuala (Batola) mendadak mati total, khususnya di Kecamatan Marabahan, Kamis (07/05/2026) malam. Situasi ini berlangsung sejak pukul 19.45 Wita atau selepas salat isya hingga pukul 23.25 Wita.
Sontak lini masa pun geger dengan berbagai keluhan masyarakat pelanggan. Terlebih penyetopan aliran tidak diawali pemberitahuan resmi.
Pun call center PDAM Batola Cabang Marabahan tidak memberikan jawaban, ketika ditanyakan perihal penyebab penyetopan aliran kepada pelanggan sekitar pukul 20.42 Wita.
Hanya ditemukan pesan berantai yang diteruskan berkali-kali melalui media sosial. Isi pesan mengabarkan bahwa aliran PDAM Batola akan terputus
"Perkiraan malam ini banyu mati jam 9. Jadi kalo punya tandon isi bedahulu. Padahi mama, abah, kakak jua karena matinya kada tahu sampai beberapa hari," demikian isi pesan tersebut.
Juga terdapat pesan dengan versi lain yang menyatakan PDAM Batola tidak bisa beroperasi, karena rekening dibekukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batola.
"Siap-siap menampung air PDAM mulai kada jalan dari malam ini atau esok ujar. Kehabisan bahan jer kada kawa nukar, karena rekening PDAM dibekukan. Bersyukur bagi yang beisi tandon," tambah pesan berikutnya.
Selain pesan berantai, juga beredar laporan persedian dan estimasi limit bahan kimia untuk operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cabang Marabahan Tabukan tertanggal 4 Mei 2026.
Khusus Cabang Marabahan, tawas yang tersedia sebanyak 1.325 kilogram dan estimasi limit stok selama 4 hari. Mengingat laporan dibuat beberapa hari sebelumnya, berarti sekarang telah terjadi kekosongan tawas.
Berita Terkait:
Kejari Batola Bantah Ganggu Layanan PDAM, Pemblokiran Rekening Utama Dipastikan Hoaks
Masuk Prolegda 2026, Transformasi PDAM Batola Menuju Perseroda Selangkah Lebih Maju
Sedangkan kaporit tersedia 240 kilogram dengan estimasi limit stok selama 16 hari. Adapun soda ash tersedia 2.750 kilogram dan diestimasi mencukupi untuk kebutuhan 13 hari.
Sebaliknya untuk kebutuhan Cabang Tabukan, kaporit sudah tidak tersedia. Adapun tawas tersisa 500 kilogram dan estimasi limit stok 20 hari. Sedangkan soda ash tersedia 75 kilogram dengan estimasi limit stok selama 10 hari.
Diketahui PDAM sedang dilidik Kejari Batola terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola keuangan dan pengadaan barang jasa PDAM tahun buku 2019 sampai 2023.
Dalam penyelidikan tersebut, Kejari Batola telah memeriksa lebih dari 50 saksi, menyita beberapa dokumen asli maupun fotokopi yang sudah dilegalisasi, dan memblokir lebih dari tiga rekening pribadi pegawai PDAM yang dicurigai.
"Kami hanya memblokir rekening pegawai, bukan rekening utama PDAM Batola," tegas Kepala Kejari Batola Andrianto Budi Santoso, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Muhammad Prayogi Saputra, Senin (04/05/2026) lalu.
"Kami memastikan bahwa kabar yang menyebutkan penyelidikan telah mengganggu pelayanan PDAM adalah hoaks," sambungnya.
Sementara Plt Direktur Utama PDAM Batola, Hj Aulia Novia Sari, dalam kesempatan terpisah menegaskan pelayanan tetap berjalan seperti biasa di tengah penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.
"Saya tidak ingin menanggapi (penyelidikan dugaan korupsi yang dilakukan Kejari Batola), tetapi tetap mengikuti prosedur saja," sahut Novia seusai rapat dengar pendapat bersama komisi gabungan DPRD Batola, Rabu (06/05/2026).
"InsyaAllah pelayanan tidak terganggu dan berjalan seperti biasa. Sementara pembayaran di loket-loket masih berproses kembali normal dan secepatnya diperbaiki," tegasnya.



