Tenda Pasar Ramadan Roboh Diterjang Angin, Video Sikap Pejabat Batola Tuai Polemik

Sebuah video viral di media sosial memicu perbincangan publik terkait dugaan sikap pejabat Pemkab Barito Kuala (Batola).

Feb 23, 2026 - 22:14
Feb 23, 2026 - 23:15
Tenda Pasar Ramadan Roboh Diterjang Angin, Video Sikap Pejabat Batola Tuai Polemik
Hujan disertai angin kencang memporak-porandakan belasan tenda di Pasar Kuliner Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemkab Batola di Taman Jembatan Barito, Minggu (22/02/2026). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Sebuah video viral di media sosial memicu perbincangan publik terkait dugaan sikap pejabat Pemkab Barito Kuala (Batola).

Dalam video berdurasi 1:11 detik itu, mereka diduga tidak membeli dagangan pedagang di Pasar Kuliner Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemkab Batola di Taman Jembatan Barito.

Adapun video direkam usai hujan deras disertai angin kencang yang memporak-porandakan belasan tenda pedagang, Minggu (22/02/2026) sore.

Dalam waktu yang bersamaan, jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Batola diketahui menggelar acara buka puasa bersama di lokasi pasar kuliner tersebut.

Melalui video tersebut, si perekam video mengeluhkan kondisi para pedagang yang terdampak angin ribut. Sementara para pejabat disebut membawa makanan sendiri atau tidak berbelanja di lapak yang tersedia.

“Masyarakat kena musibah. Nang (yang) berjualan kena angin ribut. Tapi para pejabatnya buka puasa bersama bawa nasi kotak. Bawa sendiri, tidak ada yang belanja di tempat kami,” ungkap si perekam video sambil memperlihatkan tenda-tenda yang roboh.

“Masih banyak banar jualan kami dan kadada yang belanja. Kayapa (bagaimana) kisahnya kaya (seperti) ini,” imbuhnya.

Menanggapi narasi dalam video, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Batola, Wahyu Adibawono, menepis tudingan tidak berbelanja di Pasar Kuliner Ramadan 1447 Hijriah.

"Bertepatan dengan hari kejadian, memang Setdakab Batola yang mendapatkan giliran berbuka puasa bersama di Taman Jembatan Barito," jelas Wahyu, Senin (23/02/2026) malam.

"Kami sudah mengonfirmasi Bagian Umum (sebagai pelaksana lapangan). Dinyatakan semua makanan dibeli di tempat. Mungkin karena dikotaki, sehingga dikira membawa makanan dari luar," sambungnya.

Sementara Kepala Bagian Umum Setdakab Batola, Nur Wahyudi, juga menegaskan seluruh makanan telah dibeli di tempat.

“Nasi kotak dibeli di stan Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, dan Desa Sungai Telan, Kecamatan Tabunganen. Pembelian dilakukan di stan yang tersedia di pasar kuliner,” tegasnya.

Berdasarkan data stan pedagang yang dihimpun Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Desa Pulau Sewangi diwakili BUMDes Harum Mewangi menjual minuman, telur gulung, dan makanan khas Banjar.

Sedangkan Desa Sungai Telan Muara diwakili BUMDes Karya Bersama yang menjual aneka olahan ikan khas Banjar, sambal terasi, cacapan asam, dan minuman segar.

Juga terdapat Desa Sungai Telan Kecil yang berpartisipasi melalui BUMDes Karya Sejahtera dengan barang dagangan masakan dan minuman dingin.

Dalam kesempatan terpisah, Syarifah Zakiyah selaku koordinator pedagang dari BUMDes Harum Mewangi turut menguatkan pernyataan tersebut.

"Memang benar mereka (Setdakab Batola) membeli nasi kotak di stan Desa Pulau Sewangi,” beber Syarifah.