Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Forkopimda Batola Turun Langsung Berbagi Masker
Mengantisipasi dampak asap yang ditimbulkan karhutla, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Andrianto Budi Santoso bersama Bupati dan Forkopimda Barito Kuala (Batola) membagikan masker kepada masyarakat, Rabu (26/08/2026) pagi.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Mengantisipasi dampak asap yang ditimbulkan karhutla, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Andrianto Budi Santoso bersama Bupati dan Forkopimda Barito Kuala (Batola) membagikan masker kepada masyarakat, Rabu (26/08/2026) pagi.
Sasaran pertama adalah guru dan murid TK Kemala Bhayangkari 14 Marabahan. Kemudian dengan berjalan kaki, pembagian masker dilanjutkan ke SD Negeri Ulu Benteng 2.
Setelah ratusan masker dibagikan kepada guru dan murid SMA Negeri 1 Marabahan, sasaran berikutnya adalah masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di Jalan Veteran dan AIS Nasution.
Selain membagikan masker, juga disampaikan seruan pencegahan dan mendistribusikan poster edukasi pencegahan karhutla kepada para murid.
Kapolres Barito Kuala, AKBP Susilawati, memasangkan masker kepada salah seorang murid SMA Negeri 1 Marabahan. Foto: Kabar Kalsel
"Pembagian masker merupakan wujud nyata kepedulian, sekaligus langkah preventif dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk karhutla seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," papar Andrianto.
"Kami memulai dari lini yang terkecil dulu seperti sekolah-sekolah. Diharapkan kedepan ruang lingkup pembagian masker diperluas menjadi kepada seluruh masyarakat," imbuhnya.
Sementara Kapolres AKBP Susilawati mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Sebaiknya selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan bersama-sama mencegah karhutla,” papar Susilawati.
Sejumlah murid SD Negeri Ulu Benteng 2 antusias menerima masker yang dibagikan Ketua DPRD Batola, Ayu Dyan Liliyana Sari Wiryono, Rabu (26/08/2026). Foto: Kabar Kalsel
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Ayu Dyan Liliyana Sari Wiryono mengapresiasi kekompakan seluruh unsur pimpinan daerah yang turun langsung memastikan kesehatan masyarakat terlindungi di tengah kondisi cuaca kurang sehat.
"Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla. Salah satunya tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," tambah Ayu.
Sementara berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS), kualitas udara di Batola masih berada dalam kategori sedang (moderate) atau 51 poin dengan parameter PM2.5 sebagai indikator utama.
"Memang terjadi peningkatan angka penderita ISPA dan diare di Batola, meski belum signifikan. Adapun lokasi terbanyak di Kecamatan Jejangkit, Mandastana dan Marabahan," papar Pj Sekdakab Sugimin, sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Batola.
"Khusus kawasan yang mengalami peningkatan penderita ISPA dan diare, petugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah ditugaskan untuk rutin melakukan pemantauan," tutupnya.

