Kabut Asap Karhutla Selimuti Bandara Syamsudin Noor, 10 Penerbangan Terdampak
Sebanyak 10 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin kembali terdampak akibat kabut asap yang dihasilkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (26/08/2026) pagi.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Sebanyak 10 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin kembali terdampak akibat kabut asap yang dihasilkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (26/08/2026) pagi.
Semula berdasarkan inspeksi sekitar pukul 06.00 Wita, jarak pandang mencapai 1.500 meter sehingga 2 penerbangan pertama masih dapat lepas landas tanpa kendala.
Berselang sekitar 30 menit, kondisi cuaca memburuk. Kabut asap semakin tebal dan menyelimuti landasan pacu, sehingga jarak pandang menurun tajam.
"Kondisi memburuk dari sejak pukul 06.30 Wita hingga 08.30 Wita. Jarak pandang hanya 200 meter," papar GM Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, dalam keterangan tertulis.
"Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama penundaan penerbangan, lantaran jarak pandang pilot yang terbatas," sambungnya.
Akibatnya 10 penerbangan terdampak yang terdiri atas 6 keberangkatan dan 4 kedatangan. Sementara 1 penerbangan kedatangan terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Juanda Surabaya demi alasan keselamatan.
Salah satu keberangkatan yang ditunda adalah tujuan Semarang pukul 06.50 Wita. Sedangkan kedatangan dari Balikpapan ditunda hingga pukul 09.10 Wita.
Lantas mulai pukul 09.44 Wita, kondisi mulai membaik dan penerbangan kembali berlangsung bertahap. Selanjutnya seluruh penerbangan yang sempat tertunda telah diberangkat semuanya.
Meski demikian, penumpukan penumpang di ruang tunggu dapat dihindari karena mayoritas penerbangan terdampak terjadi antara pukul 06.00 hingga 07.00 Wita.
Selama jarak pandang memburuk, penumpang dari 6 penerbangan keberangkatan telah menjalani boarding dan berada di kabin pesawat. Mereka kemudian menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk penerbangan dilanjutkan.
Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang di landasan pacu, tetapi juga sempat masuk ke gedung terminal melalui celah bangunan.
Untuk mengurangi dampak paparan asap, pengelola bandara mengaktifkan exhaust fan. Langkah ini dilakukan melalui bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banjarmasin.
“Bersama BKK Kelas I Banjarmasin, kami juga membagikan masker gratis kepada para penumpang yang belum memakai masker untuk mengurangi dampak paparan asap," jelas Stephanus.
Gangguan penerbangan akibat kabut asap merupakan kejadian ketiga dalam kurun satu bulan terakhir di Bandara Syamsudin Noor.
Sementara karhutla yang terjadi di sekitar bandara, terutama di Banjarbaru, memang semakin parah dalam beberapa hari terakhir. Banyak titik api bermunculan yang menyebabkan kabut asap.
Sejumlah lahan kosong yang terbakar bahkan berada di ring 1 bandara, antara lain Tegal Arum di Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Damar di Kelurahan Guntung Payung.
Ratusan petugas gabungan dibantu relawan pun setiap hari berjibaku memadamkan api yang tidak terkendali menjalar dari satu titik ke titik lain.

