Didorong Harga CPO dan Inti Sawit, TBS Kalsel Kembali Menguat
Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan masih menunjukkan tren positif. Memasuki awal 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) dilaporkan terus merangkak naik.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan masih menunjukkan tren positif. Memasuki awal 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) dilaporkan terus merangkak naik.
Penguatan harga tersebut merupakan kelanjutan dari dinamika positif yang terjadi sepanjang 2025.
Dalam catatan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, harga tertinggi pernah tercatat Januari 2025 dengan Rp3.550,69 per kilogram untuk kelompok umur 10 hingga 20 tahun.
Sementara titik terendah terjadi Juli 2025 dengan Rp3.062,96 per kilogram seiring penurunan indeks K dan harga Crude Palm Oil (CPO) global. Lantas harga kembali menguat di kuartal keempat, karena menembus angka Rp3.500.
Indeks K adalah persentase proporsi bagian harga yang diterima oleh pekebun kelapa sawit dari hasil penjualan CPO dan inti sawit.
Memasuki tahun 2026, optimisme pasar semakin menguat dan membuat kenaikan harga terjadi di semua kategori umur tanaman.
"Kelompok umur 10 hingga 20 tahun tetap konsisten sebagai penghasil harga tertinggi mencapai Rp3.437,73 per kilogram hingga akhir Februari 2026," jelas Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, dikutip dari Antara, Sabtu (28/02/2026).
Kenaikan didorong beberapa indikator pasar utama yang solid seperti harga CPO berada di kisaran Rp14.365,44 sepanjang periode kedua Februari.
Kemudian harga inti sawit mengalami lonjakan signifikan ke titik tertinggi Rp12.392,61. Sedangkan Indeks K terjaga stabil di level 91,55 persen.
Perbaikan harga TBS kelapa sawit juga berkontribusi kepada kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 149,31 persen hingga akhir 2025.
Stabilitas Indeks K dan penguatan harga komoditas pendukung (CPO dan inti sawit) menjadi faktor utama yang menjaga optimistis pasar sawit di Kalsel di awal 2026.
"Stabilitas tersebut menjadi modal berharga untuk menjaga margin pendapatan petani tetap terjaga," tutup Suparmi.
Adapun luas tanaman perkebunan kelapa sawit di Kalsel dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga 2024 telah mencapai angka sebesar 478,60 ribu hektare.
Sementara tanaman karet menempati area seluas 181,87 ribu hektare, kelapa 36,24 ribu hektare, kopi 2,30 ribu hektare dan kakao hanya memiliki luas 0,33 ribu hektare.