Operasi Udara Karhutla Kalsel Diperkuat, TNI AU Tambah 2 Helikopter
Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan didukung TNI Angkatan Udara (AU).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan didukung TNI Angkatan Udara (AU).
Dukungan yang diberikan TNI AU berupa 2 helikopter Caracal untuk memburu titik-titik api yang sulit dijangkau satgas darat. Kedua helikopter ini mendarat di apron Lanud Sjamsudin Noor, Senin (25/08/2026).
"Kedua helikopter tersebut akan mendukung operasi pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau pemadam di darat," ungkap Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita dikutip dari Antara, Senin (24/08/2026).
Dengan kemampuan mobilitas dan daya angkut yang tinggi, helikopter Caracal diharapkan dapat mempercepat respons terhadap titik api yang berpotensi meluas.
“Kami siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar upaya pemadaman karhutla dapat dilaksanakan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi,” tegas Hilman.
Selain mengerahkan helikopter, TNI AU juga mendukung penanganan karhutla di Kalsel melalui pengiriman bantuan menggunakan pesawat angkut berat Airbus A400M dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.
Pesawat tersebut membawa bantuan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Kementerian Pertanian. Bantuan yang dikirim berupa 50 unit mesin pompa air, 30 set pompa air, 19 koli masker, dan dua koli bucket pump (3 assy).
Sebelumnya kekuatan operasi udara di Kalsel ditopang 4 helikopter water bombing yang disediakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sudah 4 helikopter yang standby di Kalsel dan semuanya langsung dioperasikan," papar Ariansyah selaku Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel.
Sebelumnya operasi water bombing di Kalsel hanya didukung 3 helikopter selama sekitar satu bulan terakhir. Adapun helikopter tambahan merupakan pergeseran operasi penanganan karhutla di Riau.
Dalam catatan BNPB, helikopter water bombing yang telah beroperasi di Kalsel tercatat melakukan 243 kali bom air. Sedangkan total air yang telah dijatuhkan ke kawasan terbakar telah mencapai lebih dari 1 juta liter.

