Pasokan Air Baku Banjarbakula Pulih 70 Persen, Intake Mandikapau Kembali Beroperasi
Pasokan air baku Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula mulai pulih, seiring perampungan perbaikan pipa transmisi utama di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Banjar.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Pasokan air baku Badan Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula mulai pulih, seiring perampungan perbaikan pipa transmisi utama di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Banjar.
Debit pasokan mencapai 400 liter per detik atau sekitar 70 persen dari kapasitas normal, meski penguatan sambungan pipa masih harus diselesaikan.
"Pemulihan pasokan ditopang pengoperasian kembali Intake Mandikapau dengan debit sekitar 280 liter per detik dan tambahan 120 liter per detik dari Intake PTAM Intan Banjar," papar Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, Rabu (14/10/2026).
Sambungan pipa transmisi yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki menggunakan ripper clamp. Pemantauan selama 24 jam sejak pengoperasian awal juga belum menemukan rembesan maupun kebocoran pada sambungan baru tersebut.
"Berdasarkan pemantauan selama 1x24 jam sejak pengoperasian awal, belum ditemukan rembesan maupun kebocoran di sambungan baru tersebut," tambah Wahyu.
Sementara tahapan perbaikan yang belum selesai adalah pengecoran di bagian sambungan ripper clamp. Pekerjaan ini diperlukan untuk memperkuat konstruksi, sebelum sistem transmisi diharapkan kembali beroperasi dalam kapasitas normal.
"Kami terus berupaya agar seluruh tahapan perbaikan dapat diselesaikan dengan baik dan secepatnya, sehingga suplai air baku dapat kembali normal," tegas Wahyu.
Sebelumnya terjadi kerusakan di pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter di Sungai Landas. Gangguan ini berdampak terhadap pasokan air baku di wilayah pelayanan Banjarbaru dan Banjar.



