Lonjakan Pemudik di Kalimantan, Pelindo Catat Kenaikan 15,45 Persen

Arus mudik Lebaran 2026 di Kalimantan melalui jalur laut menunjukkan lonjakan signifikan.

Maret 18, 2026 - 22:52
Maret 18, 2026 - 22:52
Lonjakan Pemudik di Kalimantan, Pelindo Catat Kenaikan 15,45 Persen
Sejumlah penumpang berjalan menuju KM Dharma Kartika IX yang bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Arus mudik Lebaran 2026 di Kalimantan melalui jalur laut menunjukkan lonjakan signifikan. 

PT Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan mencatat jumlah penumpang mencapai 56.904 orang dalam periode H-14 hingga H-5, atau meningkat 15,45 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Kenaikan tersebut mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat yang memilih transportasi laut sebagai moda utama untuk pulang kampung, khususnya menuju Jawa dan Sulawesi.

“Terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibanding Lebaran 2025,” papar Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Sub Regional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan, dikutip dari Antara, Rabu (18/03/2026).

"Angka tersebut menunjukkan minat masyarakat menggunakan transportasi laut semakin tinggi untuk mudik dan merayakan lebaran bersama keluarga," sambungnya.

Dari sisi kontribusi, Pelabuhan Kumai di Kotawaringin Barat menjadi yang tersibuk dengan total 24.713 penumpang, disusul Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebanyak 16.635 penumpang. 

Sementara Pelabuhan Sampit di Kotawaringin Timur mencatat 7.456 penumpang, Pelabuhan Batulicin di Tanah Bumbu 6.596 penumpang, dan Pelabuhan Kotabaru 1.504 penumpang.

Namun dari sisi pertumbuhan, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mencatat lonjakan tertinggi mencapai 30,87 persen dibandingkan Lebaran 2025.

Untuk mengantisipasi lonjakan, Pelindo telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Mulai dari peningkatan fasilitas terminal penumpang, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan di seluruh pelabuhan.

"Kelancaran arus mudik juga tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal, TNI/Polri, dan instansi terkait lain," ungjap Suprayogi.

Dengan tren yang terus meningkat, jumlah penumpang dikyakini akan terus bertambah hingga mendekati puncak arus mudik Lebaran 2026.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan," tutup Suprayogi.