RSUD Ulin Perkuat Layanan Diabetes, Gandeng RSUP Sardjito dan Kemenkes

Upaya menekan angka penderita Diabetes Melitus (DM) di Kalimantan Selatan mendapat perhatian serius.

Oct 2, 2025 - 13:08
Oct 11, 2025 - 00:08
RSUD Ulin Perkuat Layanan Diabetes, Gandeng RSUP Sardjito dan Kemenkes
Bimtek Pengampuan Pelayanan Diabetes Melitus yang diselenggarakan RSUD Ulin Banjarmasin bersama RSUP dr Sardjito Yogyakarta dan Kementerian Kesehatan. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Upaya menekan angka penderita Diabetes Melitus (DM) di Kalimantan Selatan mendapat perhatian serius. 

Melalui Bimtek Pengampuan Pelayanan Diabetes Melitus, RSUD Ulin Banjarmasin berkolaborasi dengan RSUP dr Sardjito Yogyakarta dan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat jejaring layanan diabetes di daerah.

Kegiatan di Aula Gedung Ulin Tower RSUD Ulin, Kamis (02/10/2025), tersebut diikuti tenaga kesehatan dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Barat. 

“Kami telah ditunjuk sebagai tim pengampu dengan tugas memastikan penanganan diabetes semakin komprehensif. Mulai dari diagnosis, pengelolaan komplikasi, hingga penerapan teknologi terbaru dalam terapi,” papar Agung Ary Wibowo, Plt Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Ulin. 

Diketahui diabetes merupakan penyakit ‘silent killer’ yang sering tak disadari hingga menimbulkan komplikasi berat seperti kerusakan ginjal, jantung, dan luka diabetes. 

Melalui sistem pengampuan, diharapkan pelayanan di rumah sakit daerah bisa lebih terstandarisasi dan paripurna, sehingga pasien tak perlu dirujuk jauh ke rumah sakit pusat.

Selain penguatan layanan, RSUD Ulin juga mendorong edukasi dan perubahan gaya hidup masyarakat sebagai langkah pencegahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif bergerak minimal 1.000 hingga 10.000 langkah per hari. Juga mengurangi konsumsi gula tersembunyi di camilan maupun minuman,” tambah Agung.

Sementara Ketua Tim Kerja Pengampuan Layanan Non KJSU Kemenkes, Indri Astuti Utami, menyebut program pengampuan merupakan inovasi nasional untuk memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.

“Kami membangun jejaring antara rumah sakit besar dan rumah sakit daerah agar penanganan diabetes lebih terintegrasi dan berkelanjutan," jelas Indri.

"Beberapa rumah sakit telah mendapatkan pendampingan langsung seperti RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Ratu Zalecha Martapura, dan RSUD Hasan Basri Kandangan," sambungnya.

Selain aspek medis, pelatihan ini juga menekankan peran edukator diabetes. Tenaga kesehatan seperti perawat, ahli gizi, dan farmasi dilatih agar mampu membimbing pasien maupun keluarga dalam mengelola gaya hidup sehat, pola makan, dan kontrol gula darah rutin.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis di puskesmas saat ulang tahun. Langkah ini menjadi deteksi dini terhadap diabetes.

“Dengan kesadaran yang lebih tinggi dan layanan yang semakin baik, kami optimistis angka komplikasi diabetes di Kalsel dapat ditekan,” tutup Indri.