Saluran Irigasi Riam Kanan Segera Dikeringkan, Petani di Kalsel Diminta Bersiap
Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan pengeringan Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan di Banjar dan Banjarbaru.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan pengeringan Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan di Banjar dan Banjarbaru.
Dilakukan sebagai bagian pemeliharaan berkala, pengeringan dijadwalkan berlangsung sejak September hingga Oktober 2026, sesuai kesepakatan dalam Sidang Komisi Irigasi Kalsel .
"Sekarang kondisi saluran irigasi mengalami penurunan kapasitas akibat pertumbuhan gulma dan penumpukan sedimentasi," jelas Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kalsel, Wahid Ramadani, Rabu (18/03/2026).
“Adapun pengeringan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan gulma serta sedimentasi,” tambahnya.
Pembersihan mencakup pemeliharaan saluran primer sepanjang 24,047 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 62,834 kilometer. Pun sejumlah bangunan irigasi yang mengalami kerusakan juga akan diperbaiki.
Selama proses berlangsung, muka air di saluran primer akan diturunkan hingga mencapai dasar saluran atau mendekati nol meter. Hal ini dilakukan agar alat berat dapat beroperasi maksimal dalam proses pembersihan dan perbaikan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan air, khususnya dalam mendukung sektor pertanian di musim tanam pertama 2026–2027, serta kebutuhan air bersih.
"Diimbau seluruh pengguna air, terutama petani, agar dapat melakukan persiapan sejak dini dan menyesuaikan pola tanam maupun kebutuhan air selama periode pengeringan," tutup Wahid.