Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Kalsel Salurkan BSKM Kepada Puluhan Ribu Pelajar

Sebanyak 10.030 pelajar SMA/SMK negeri maupun swasta di Kalimantan Selatan mendapatkan Bantuan Siswa Kurang Mampu (BSKM).

Oct 1, 2025 - 16:05
Oct 7, 2025 - 07:05
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Kalsel Salurkan BSKM Kepada Puluhan Ribu Pelajar
Ketua TP PKK Kalsel, Hj Fathul Jannah, menyerahkan simbolis BSKM kepada beberapa pelajar SMA maupun SMK negeri dan swasta. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Sebanyak 10.030 pelajar SMA/SMK negeri maupun swasta di Kalimantan Selatan mendapatkan Bantuan Siswa Kurang Mampu (BSKM).

Disalurkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), program tersebut merupakan wujud komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka putus sekolah.

Pun sesuai misi Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, pendidikan ditempatkan di posisi teratas dari sepuluh janji kampanye.

“Angka putus sekolah di Kalsel masih cukup tinggi di berbagai jenjang," ungkap Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Rabu (01/10/2025). 

"Salah satunya disebabkan faktor ekonomi, karena sebagian anak harus membantu orang tua bekerja. Makanya Pemprov Kalsel hadir memberi bantuan langsung agar mereka bisa tetap bersekolah,” imbuhnya.

BSKM menyasar kebutuhan dasar siswa, seperti seragam dan peralatan sekolah, "Bantuan diberikan kepada 10.030 siswa dari 306 sekolah, SMA maupun SMK negeri dan swasta," jelas Galuh. 

"Kami berharap program tersebut dapat mengurangi beban orang tua, sekaligus mendorong anak-anak untuk tetap melanjutkan pendidikan,” sambungnya.

Diketahui total anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalsel untuk BSKM 2025 mencapai lebih dari Rp11 miliar, "Kami ingin memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran," tegas Galuh.

"Proses verifikasi dilakukan berjenjang mulai dari sekolah hingga pemerintah provinsi. Tentunya agar penerima manfaat adalah siswa yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.