Uji Cairan Inovasi Polda Kalsel, Suhu Gambut di Atas 70 Derajat Turun Drastis

Setelah beberapa kali dicoba, cairan inovasi Polda Kalimantan Selatan terbukti mampu menurunkan suhu gambut yang terbakar.

Sep 5, 2026 - 18:29
Sep 5, 2026 - 18:32
Uji Cairan Inovasi Polda Kalsel, Suhu Gambut di Atas 70 Derajat Turun Drastis
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengecek suhu tanah lewat monitor drone thermal. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Setelah beberapa kali dicoba, cairan inovasi Polda Kalimantan Selatan terbukti mampu menurunkan suhu gambut yang terbakar.

Bahkan efektivitas cairan tersebut dibuktikan langsung Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, juga selaku Koordinator Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalsel.

Pengujian dilakukan di atas lahan gambut yang terbakar di Pengayuan, Banjarbaru, dengan luas area mencapai sekitar 900 hektare.

Awalnya asap masih mengepul dari sejumlah titik di lokasi, meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Kondisi ini menandakan bara masih tersimpan di dalam lapisan gambut dan sewaktu-waktu dapat kembali memicu api di permukaan.

Selanjutnya cairan inovasi tersebut diaplikasikan menggunakan metode suntik langsung ke dalam tanah gambut, Jumat (04/09/2026) malam.

Hasilnya berdasarkan pemantauan menggunakan drone thermal, suhu tanah yang sebelumnya di atas 70 derajat celsius turun menjadi sekitar 28 hingga 30 derajat celsius hanya dalam waktu 22 detik setelah cairan dimasukkan.

"Ternyata cairan berbahan dasar surfaktan nabati ramah lingkungan terbukti efektif mendinginkan suhu tanah di lahan gambut yang terbakar," ungkap Hanif.

"Metode tersebut nisa menjadi percontohan untuk daerah lain dalam menanggulangi karhutla, karena bisa menghemat penggunaan air lebih dari 50 persen di tengah kemarau," tambahnya.

Sementara Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan pengaplikasian cairan khusus yang diracik Bidlabfor Polda Kalsel tersebut akan terus dilakukan.

"Kami juga terus mengupayakan agar cairan diproduksi massal, sehingga dapat menjangkau area gambut yang lebih luas," sahut Yudha.

"Dengan pola tersebut, drone thermal memantau titik panas dalam tanah yang masih mengeluarkan asap, kemudian ditindaklanjuti metode penyuntikan cairan," sambungnya.

Bidlabfor Polda Kalsel sendiri telah memproduksi sebanyak 1.000 liter cairan konsentrat. Produksi akan ditingkatkan setelah kedatangan bahan baku sekitar 1 ton.

"Menggunakan bahan baku tersebut, kami menargetkan produksi sekitar 4.700 liter konsentrat," jelas Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma.

"Dengan penggunaan 1 banding 100, cairan konsentrat dapat dicampurkan dengan air hingga mencapai sekitar 470.000 liter untuk kebutuhan aplikasi di lapangan," tutupnya.