Jejak Pembakaran Lahan di Kalsel Terus Diusut, 5 Orang Resmi Tersangka
Penyelidikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai membuahkan hasil. Sebanyak 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Penyelidikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai membuahkan hasil. Sebanyak 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penanganan karhutla memang telah diarahkan kepada pihak-pihak yang diduga menjadi penyebab, seiring peningkatan kejadian dalam beberapa pekan terakhir.
Hasilnya telah diperiksa sekitar 20 saksi dan menetapkan 5 orang sebagai tersangka di berbagai wilayah. Rinciannya Polres Hulu Sungai Selatan 2 tersangka, sedangkan Polres Tanah Bumbu, Tabalong dan Polres Banjarbaru masing-masing 1 tersangka.
"Laporan jajaran terkini total sudah 5 orang tersangka kasus karhutla yang naik penyidikan," jelas Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dikutip dari Antara, Jumat (28/08/2026).
Adapun kelima tersangka merupakan perorangan yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan tertentu. Salah satu dugaan motif yang didalami penyidik adalah pembersihan lahan dengan cara membakar.
Namun penetapan tersangka tersebut belum menghentikan penyelidikan, karena pemeriksaan terus dilakukan. Pemeriksaan juga menyasar korporasi, terutama perusahaan pemilik lahan yang terdampak.
"Semuanya masih didalami penyidik. Kami juga minta keterangan ahli agar proses penegakan hukum benar-benar memenuhi minimal dua alat bukti sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka," tegas Yudha.
Selain tindakan represif, Polda Kalsel juga melakukan berbagai langkah preventif dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan prioritas.
Salah satunya pemasangan 12 kolam portabel untuk mendekatkan sumber air di tiga titik prioritas penanggulangan karhutla di Banjarbaru.
Mulai dari Guntung Damar yang merupakan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, hutan lindung Liang Anggang dan Pengayuan.
Sedangkan sumber air utama kolam portabel tetap diambil dari embung terdekat yang tersedia, termasuk dari sumur bor dan hidran.
Mengingat lahan gambut yang mudah terbakar, Polda Kalsel juga memasang pipa khusus suntik sepanjang 2 meter untuk pembasahan dari dalam tanah.
Air yang disuntikkan bercampur sabun khusus dari olahan minyak kelapa sawit mentah. Adapun sabun dipasok Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Terakhir juga dicoba formula baru berupa tepung singkong yang dikirimkan Mabes Polri. Inovasi berbasis pati singkong ini lantas dicampur dengan amonium polifosfat, air, dan surfaktan atau wetting agent berkonsentrasi rendah.
Dalam formula tersebut, air berfungsi menyerap panas dan menurunkan suhu vegetasi yang terbakar. Sedangkan pati singkong meningkatkan daya rekat cairan agar menempel lebih lama di permukaan tanaman.
Sementara wetting agent konsentrasi rendah berfungsi menurunkan tegangan permukaan air agar cairan pemadam menyebar lebih cepat, merata, dan menembus ke pori-pori vegetasi dengan lebih baik.
Dari uji coba awal, sejumlah titik api dilaporkan dapat padam setelah disiram menggunakan cairan khusus maupun air yang telah dicampur dengan tepung. Meski demikian, pengujian masih akan dilanjutkan sebelum hasil akhir dilaporkan kepada Mabes Polri.

