Atasi Krisis Minyak Goreng, Kalsel Buka Pasar Produksi Lokal
Melalui serangkaian koordinasi intensif, Kalimantan Selatan akhirnya berhasil mengantongi izin produksi lokal dari Kementerian Perdagangan untuk menyuplai minyak curah ke pasar.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Melalui serangkaian koordinasi intensif, Kalimantan Selatan akhirnya berhasil mengantongi izin produksi lokal dari Kementerian Perdagangan untuk menyuplai minyak curah ke pasar.
Upaya tersebut menjadi bagian upaya Pemprov Kalsel dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Adapun izin dikantongi dua perusahaan lokal. Selanjutnya mereka yang memproduksi dan mengemas ulang minyak curah dengan label resmi dari pemerintah.
“InsyaAllah mereka mulai produksi awal Oktober 2025. Ini tentu akan sangat membantu mengurai persoalan pasokan minyak goreng sesuai HET di pasaran,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, Rabu (01/10/2025).
“Problem Minyakita di Kalsel bukan disebabkan permintaan, tapi lebih kepada suplai. Beberapa produsen belum bisa mendistribusikan, karena belum kantongi izin atau belum dapat pasokan minyak curah,” tambahnya.
Salah satu perusahaan berlokasi di Banjar, tepatnya Kecamatan Gambut. Mereka telah siap beroperasi, karena pasokan minyak curah tersedia dan semua izin telah dikantongi.
Sementara produsen kedua yang berlokasi di Banjarbaru, masih dalam tahap pengurusan pasokan bahan baku. Pemprov Kalsel pun telah berkoordinasi dengan PT Sinar Mas di Kotabaru untuk mendapatkan kuota distribusi minyak curah.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan PT Sinar Mas. Mudah-mudahan mereka bisa mengalokasikan kuota untuk Kalsel, agar kedua produsen tersebut bisa sama-sama produksi dan distribusi,” harap Bagiawan.
Terobosan tersebut tak lepas dari dorongan langsung Gubernur H Muhidin,yang meminta agar ketersediaan bahan pokok, termasuk minyak goreng, tetap terjaga di pasaran.
“Sesuai arahan langsung Gubernur Kalsel, kami akhirnya berhasil memperoleh izin dari Kemendag. Beliau juga akan memastikan dalam produksi perdana,” beber Bagiawan.
Selain mempersiapkan produksi lokal, Dinas Perdagangan Kalsel telah mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi ke beberapa kabupaten seperti Tanah Laut, Barito Kuala dan Hulu Sungai Tengah.
“Semuanya adalah langkah konkret Pemprov Kalsel untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap minyak goreng dengan HET benar-benar tersedia luas di seluruh Kalsel," tutup Bagiawan.