Julong Group dan Tujuh Perusahaan Swasta Bersatu Perkuat Penanganan Karhutla di Batola
Upaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala (Batola), juga melibatkan sejumlah perusahaan swasta.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Upaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala (Batola), juga melibatkan sejumlah perusahaan swasta.
Keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut ditandai lewat pengadaan 13 mesin pompa air berkapasitas 30 hingga 50 meter kubik per jam.
Melengkapi bantuan dari perusahaan yang berusaha di Bumi Selidah, Bupati H Bahrul Ilmi juga menambahkan 1 unit lagi mesin pompa air.
Adapun perusahaan yang dilibatkan meliputi Julong Group (PT Putra Bangun Bersama dan PT Palmina Utama), dan PT Barito Putera Plantation (BPP).
Kemudian PT Agri Bumi Sentosa (ABS), PT Anugerah Wattiendo (AW), PT Anugerah Sawit Andalan (ASA), PT Tiga Daun, PT Tasnida Agro Lestari (TAL) dan PT Talenta Bumi.
Semua pompa air diserahkan perwakilan perusahaan kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Batola, Kamis (27/08/2026).
Berita Terkait: Karhutla di Jejangkit Meluas, Julong Group Bersama Polres Batola dan Relawan Berjibaku Hingga Malam
Setelah semua terkumpul, pompa air didistribusikan kepada sejumlah kecamatan yang paling banyak kejadian karhutla seperti Jejangkit dan Mandastana.
Mengiringi proses distribusi, juga dilakukan peninjauan posko terpadu penanganan karhutla dan lokasi kejadian di Kecamatan Jejangkit oleh Bupati, Kapolres AKBP Susilawati, Dandim 1005 Letkol Inf Anton Mahriadi, Kepala Pengadilan Negeri Marabahan Edi Rosadi, dan Kepala Kejaksaan Negeri yang diwakili Kasi Intelijen Rendy Bahar Putra.
Tidak hanya peninjauan, Forkopimda Batola tersebut juga turun langsung memadamkan karhutla di Desa Bahandang bersama personel Polres, Kodim 1005 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola, serta Yonif TP 925/Ksatria Wangkang.
"Alhamdulillah semua perusahaan memberikan kontribusi dalam penanganan karhutla, setelah sebelumnya beraudiensi bersama Bupati Batola," papar Kepala Disbunnak Batola, Lasiman, seusai prosesi penyerahan.
"Tentunya keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan karhutla secara bersama-sama," sambungnya.
Lebih jauh lagi, kontribusi perusahaan tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan peralatan. Perusahaan juga diharapkan aktif menjaga areal masing-masing agar tidak menjadi sumber hotspot.
Berita Terkait: Komitmen Zero Fire, Julong Group Bantu Pemadaman Karhutla di Jejangkit Timur Batola
"Kami juga berharap seluruh perusahaan mampu menjaga kawasan masing-masing agar tidak menjadi titik awal karhutla. Terlebih setiap perusahaan sudah memiliki unit satuan pengendali karhutla yang rutin memberikan laporan," beber Lasiman.
Sementara Vice Director Julong Group Region Kalimantan Selatan, Rahmad Ade Hidayatullah, menegaskan kesiapan mendukung langkah Forkopimda Batola dalam menghadapi karhutla.
"Kami mendukung upaya Forkopimda Batola dalam penanganan karhutla. Kami berkomitmen siap bekerja sama dan berkontribusi dalam penanganan," beber Rahmad.
"Terlebih karhutla banyak membawa dampak negatif. Tidak hanya merusak lingkungan, juga mengganggu kesehatan masyarakat. Mudahan upaya bersama ini berjalan baik sesuai rencana dan karhutla bisa segera teratasi," sambungnya.
Kontribusi Julong Group untuk penanganan karhutla di Kalsel juga tidak berhenti pada bantuan terbaru tersebut. Perusahaan ini tercatat telah mendistribusikan total 28 mesin pompa air.
Sebanyak 20 unit di antaranya disalurkan ke desa-desa di sekitar areal perkebunan Julong Group di Batola, termasuk pompa air yang baru diserahkan. Sementara sisanya didistribusikan ke sejumlah desa di Banjar dan Tapin.

