Masuki Musim Hujan, Dinsos Kalsel Siaga Hadapi Banjir dan Puting Beliung

Setelah status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan mengalihkan fokus kepada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Oct 7, 2025 - 14:28
Oct 11, 2025 - 00:29
Masuki Musim Hujan, Dinsos Kalsel Siaga Hadapi Banjir dan Puting Beliung
Dinsos Kalsel mendata ulang lumbung sosial, kampung siaga bencana, dan kawasan siaga bencana untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Setelah status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan mengalihkan fokus kepada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Seperti musim hujan tahun-tahun sebelumnya, bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Kalsel adalah banjir dan angin puting beliung.  

“Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras berdurasi panjang sudah terjadi di Banjarmasin dan sekitarnya. Disertai angin kencang, kondisi ini bisa memicu banjir maupun puting beliung,” papar Kepala Dinsos Kalsel M Farhanie, melalui Kabid Penanganan Bencana Achmadi, Selasa (07/10/2025).

Sebagai langkah antisipatif, Dinsos Kalsel telah menerima tambahan logistik dari Kementerian Sosial. Bantuan segera didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota rawan bencana agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Logistik disiapkan di daerah rawan agar respons bisa lebih cepat agar tidak menunggu lagi. Begitu bencana terjadi, bantuan sudah berada di wilayah terkait,” jelas Achmadi.

Selain penguatan logistik, Dinsos Kalsel juga mendata ulang 44 lumbung sosial, 22 kampung siaga bencana, dan 4 kawasan siaga bencana. 

Pendataan yang dilakukan mencakup ketersediaan logistik, peralatan tanggap darurat, hingga kondisi kepengurusan.

“Kalau pengurus lumbung sosial yang sudah tidak aktif, misalnya meninggal atau pindah, segera dilakukan evaluasi. Jangan sampai program berhenti hanya karena pengurus tidak berjalan,” tegas Achmadi.

Dinsos Kalsel bersama Kementerian Sosial juga akan mendirikan dua kampung siaga bencana baru di awal November 2025. Lokasi yang dipilih berada di Kecamatan Padang Batung, Hulu Sungai Selatan) dan Desa Kayu Rabah di Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah.

“Sudah beberapa kali disurvei dan kedua kawasan tersebut memang rawan banjir. Dengan kampung siaga bencana baru, kapasitas masyarakat akan lebih kuat dalam menghadapi risiko,” tutur Achmadi.

“Sebagaimana arahan Gubernur Kalsel, negara harus hadir di tengah masyarakat. Bencana memang tidak bisa dihindari, tapi penanganan dan meminimalkan dampak dapat dipercepat," tutupnya.