Perkuat Penanganan Karhutla, Relawan BPK HSS Dapat Dukungan 5.500 Liter BBM

Seiring peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS) menyalurkan 5.500 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional relawan di lapangan.

Sep 2, 2026 - 20:31
Sep 2, 2026 - 22:52
Perkuat Penanganan Karhutla, Relawan BPK HSS Dapat Dukungan 5.500 Liter BBM
Bupati Syafrudin Noor secara simbolis menyerahkan bantuan 5.500 liter BBM kepada Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) HSS untuk mendukung operasional pemadaman karhutla, Rabu (02/09/2026). Foto: Diskominfo HSS

KABARKALSEL.COM, KANDANGAN - Seiring peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Hulu Sungai Selatan (HSS) menyalurkan 5.500 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung operasional relawan di lapangan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Syafrudin Noor kepada Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) seusai apel pengarahan antisipasi penanganan karhutla, Rabu (02/09/2026).

Berhadir Forkopimda bersama Ketua Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Infanteri Bambang Susilo, Danyonif TP 829/Bumi Antaludin, PMI, Manggala Agni, Tagana dan sejumlah relawan penanggulangan bencana. 

Adapun dukungan BBM diharapkan membantu mobilitas relawan, terutama ketika pengerahan armada dan personel harus dilakukanintensif untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah.

"Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak, khususnya relawan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah siang dan malam, mendarmabaktikan tenaga dan pikiraa dalam memadamkan karhutla di HSS," papar Syafrudin.

Selain bantuan 5.500 liter BBM, juga diberikan penyerahan santunan asuransi kematian sebesar Rp10 juta rupiah per orang kepada perwakilan keluarga dari 3 relawan BPK yang meninggal dunia.

"Tentunya penanganan karhutla bukanlah tugas satu instansi. Mengingat banyak tim yang terlibat, komunikasi dan koordinasi presisi sangat diperlukan," pesan Syafrudin.

"Kami juga sudah memasifkan sosialisasi aturan hukum, termasuk sanksi tegas kepada pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Langkah preventif ini penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga," tegasnya.

Persoalan yang dihadapi HSS selama musim kemarau ternyata bukan hanya karhutla. Ancaman kekurangan air bersih juga mulai mendapat perhatianh.

"Selain fokus kepada penanganan karhutla, kami juga bergerak cepat merespons dampak kemarau lain seperti ancaman krisis air bersih," jelas Syafrudin.

"Distribusi air bersih telah dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," tutupnya.