Polda Kalsel Tindak 5.357 Pengendara Selama Operasi Patuh Intan 2025

Sebanyak 5.357 pengendara ditindak Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan selama Operasi Patuh Intan 2025.

Jul 29, 2025 - 15:09
Jul 29, 2025 - 19:09
Polda Kalsel Tindak 5.357 Pengendara Selama Operasi Patuh Intan 2025
Melalui razia statis, jumlah pelanggaran meningkat selama Operasi Patuh Intan 2025. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Sebanyak 5.357 pengendara ditindak Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan selama Operasi Patuh Intan 2025.

Penindakan melalui tilang tersebut dilakukan selama dua pekan, tepatnya sejak 14 hingga 27 Juli 2025 dengan target operasi sepuluh pelanggaran lalu lintas.

Hasilnya ditilang sebanyak 5.357 pengendara, khususnya melalui razia statis di lokasi tertentu yang rawan pelanggaran lalu lintas.

"Metode razia statis memang baru dilaksanakan lagi dalam Operasi Patuh 2025," jelas Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr Fahri Siregar, dikutip dari Antara, Selasa (29/07/2025).

Kemudian melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), tercatat sebanyak 879 pengendara yang terekam melakukan pelanggaran. Rinciannya 871 pengendara dijaring menggunakan ETLE statis, sedangkan sisanya memakai ETLE mobile.

Adapun pelanggaran yang paling banyak terjaring antara lain tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu dan tidak menggunakan safety belt.

"Jumlah rata-rata pelanggaran dari 2024. Hal ini berkaitan keaktifan petugas di lapangan melaksanakan razia," jelas Fahri.

Baca juga: Operasi Patuh Intan 2025 Dimulai, Ditlantas Polda Kalsel Meningkatkan Penindakan

Baca juga: Operasi Patuh Intan 2025, Satlantas Batola Lakukan Edukasi Sebelum Penindakan

Selain penegakan hukum terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran, Ditlantas Polda Kalsel menggencarkan aksi preemtif dan preventif.

Dikmas Lantas melakukan tatap muka bersama komunitas roda dua dan roda empat, hingga pemasangan spanduk dan sejenisnya. 

Juga dilakukan sosialisasi ke media arus utama dan media sosial, "Kegiatan penjagaan dan patroli di wilayah rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan macet juga diutamakan," beber Fahri.

Sedangkan jumlah kecelakaan selama Operasi Patuh Intan 2025 sebanyak 21 kasus dengan korban tewas 10 orang. Sementara setahun sebelumnya, terjadi 22 kecelakaan.

Kemudian jumlah korban luka berat dan luka ringan sebanyak 23 orang. Sementara tahun lalu sebanyak 22 orang menjadi 23 orang.

"Kami berterina kasih kepada masyarakat yang telah tertib berlalu lintas dan diharapkan agar tetap menjadi pelopor keselamatan," papar Fahri.

"Operasi Patuh Intan boleh berakhir. Namun seyogianya masyarakat tetap harus mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," tutupnya.