Studi Tiru ke JIS, PUPR Kalsel Susun Konsep Kawasan Olahraga Terpadu Berstandar Internasional

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur olahraga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan melakukan studi tiru ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (12/11/2025).

Nov 12, 2025 - 20:14
Nov 26, 2025 - 20:17
Studi Tiru ke JIS, PUPR Kalsel Susun Konsep Kawasan Olahraga Terpadu Berstandar Internasional
Dinas PUPR Kalimantan Selatan melakukan studi tiru ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (12/11/2025). Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur olahraga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan melakukan studi tiru ke Jakarta International Stadium (JIS), Rabu (12/11/2025).

Rombongan dipimpin Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel yang diwakili Plt Kabid Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, serta didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pebriadin Hapiz, dan Kepala Biro Umum.

Kedatangan mereka disambut Manager Operasional JIS, Shinta Syamsul Arief, bersama Cecep Jamaludin selaku Manajer Teknik. 

JIS yang berkapasitas 82.000 penonton tersebut dibangun untuk menggantikan Stadion Lebak Bulus. Selain stadion sepak bola, JIS telah menjadi ikon kawasan olahraga terpadu di Jakarta.

“Berdiri di lahan 231.452 meter persegi dengan investasi Rp4,546 triliun, JIS dikerjakan dengan skema multiyears sejak 2019 hingga 2021 oleh PT Jakarta Propertindo (Perseroda),” jelas Shinta.

Dibanding stadion lain, JIS memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya tetractable roof pertama di Indonesia, rumput hybrid berstandar FIFA. sertifikasi Green Building Platinum, dan royal lounge.

Juga memiliki sky view deck, media room, 52 corporate box, akses kawasan yang terintegrasi BRT Trans Jakarta, KRL, dan LRT fase 2A, serta fasilitas ramah disabilitas

Sementara di sekitar stadion, tersedia pula jogging track, bicycle line, dan ruang publik yang menyatu dengan Waduk Cincin.

"Banyak sekali pelajaran yang didapatkan. Mulai dari tantangan pembangunan, sistem pembiayaan, konsep green building, hingga manajemen pengelolaan stadion modern,” sahut Ryan.

“Model integrasi stadion dengan transportasi massal dan kawasan ekonomi berbasis aktivitas olahraga sangat relevan diterapkan di Kalsel," imbuhnya.

Terlebih sekarang stadion tidak hanya menjadi venue pertandingan, tetapi juga pusat kegiatan publik, ekonomi kreatif, dan ruang interaksi masyarakat.

“Kami berharap pengalaman dari JIS menjadi pemicu infrastruktur olahraga yang representatif dan modern di Kalsel. Kami juga siap berkolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan yang bermanfaat luas,” tutup Ryan.