Begal Payudara Kembali Beraksi di Jembatan Barito, Seorang Pelajar Menjadi Korban

Malam Ramadan 1447 Hijriah yang seharusnya penuh ketenangan, justru berubah menjadi pengalaman traumatis untuk HS (16).

Maret 4, 2026 - 22:38
Maret 5, 2026 - 22:38
Begal Payudara Kembali Beraksi di Jembatan Barito, Seorang Pelajar Menjadi Korban
Aksi berulang begal payudara di Jalan Trans Kalimantan mulai meresahkan pengedara perempuan. Foto: Sutterstock

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN  – Malam Ramadan 1447 Hijriah yang seharusnya penuh ketenangan, justru berubah menjadi pengalaman traumatis untuk HS (16). 

Pelajar yang tinggal di Kecamatan Anjir Pasar, Barito Kuala (Batola) itu menjadi korban begal payudara ketika melintas di atas Jembatan Barito, Kecamatan Anjir Muara, Selasa (03/03/2026) malam.

Dalam kondisi hujan gerimis dan jalan yang relatif sepi, pelaku tiba-tiba muncul dari belakang menggunakan sepeda motor matic warna hitam. 

Tanpa banyak kata, pelaku yang berperawakan kurus, tidak mengenakan helm, memakai peci dan masker, mulai mendekati korban. Sejurus kemudian pelaku meraba bagian dada korban, sebelum akhirnya kabur.

“Kejadian berlangsung cepat, tetapi masih ingat dengan sepeda motor yang digunakan pelaku. Saya kaget dan langsung berteriak,” ungkap HS, Rabu (04/03/2026).

HS sendiri baru saja pulang dari buka puasa bersama, dan sempat mengantar teman ke Siring Patung Bekantan di Jalan Kapten Pierre Tendean Banjarmasin. 

Namun dalam perjalanan pulang, tepatnya ketika memasuki Jembatan Barito, pelaku tiba-tiba mendekat dari kanan dan akhirnya terjadi pelecehan seksual.

Setelah korban berteriak dan mencoba mengikuti pengendara lain di depan, pelaku masih sempat membuntuti, "Saya ingin minta tolong, tapi masih takut. Sepanjang jalan saya menangis sampai di rumah,” tutur HS.

Sementara Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, melalui Kapolsek Anjir Muara Iptu Aspi Hadi menjelaskan telah menerima dua laporan terkait pelecehan seksual di Jembatan Barito. 

Juga terdapat satu laporan yang masuk ke Polsek Alalak, karena terjadi Jalan Trans Kalimantan, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak.

"Beberapa kejadian terjadi selepas salat magrib, subuh dan selepas tengah malam. Makanya sebagai antisipasi, kami meningkatkan patroli selama jam-jam rawan tersebut," jelas Aspi.

"Kami juga mengimbau agar sebisanya perempuan tidak mengendarai motor sendirian di malam hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.