DPRD Batola Minta Evaluasi dan Penguatan Kuliner Ramadan Baiman

Bertepatan hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/02/2026), Kuliner Ramadhan Baiman di Taman Jembatan Barito, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), juga resmi dibuka.

Feb 19, 2026 - 21:10
Maret 4, 2026 - 05:10
DPRD Batola Minta Evaluasi dan Penguatan Kuliner Ramadan Baiman
Ketua Komisi I DPRD Batola, Hj Arfah, meninjau stan UMKM yang terhampar di Kuliner Ramadan Baiman. Foto: Setwan DPRD Batola

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Bertepatan hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/02/2026), Kuliner Ramadhan Baiman di Taman Jembatan Barito, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), juga resmi dibuka.

Kuliner Ramadan Baiman beroperasi sejak tanggal diresmikan hingga 15 Maret 2026. Sedangkan jam operasional dimulai pukul 16.00 hingga 19.00 Wita. 

Tercatat berpartisipasi 30 pelaku ekonomi kreatif sektor kuliner dari umum, dan 43 Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes) yang terdekat dengan Taman Jembatan Barito. 

Anggota DPRD Batola, Hj Arfah, memberikan apresiasi positif terhadap kehadiran Kuliner Ramadan Baiman. Ketua Komisi I ini berharap momentum tersebut dimanfaatkan warga kecamatan sekitar dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat. 

“Tentunya kami berharap semua yang sudah baik dipertahankan. Sedangkan beberapa kekurangan ditambah lagi supaya lebih nyaman," ungkap Arfah. 

"Begitu juga promosi dibuart lebih gencar lagi agar masyarakat lebih banyak mengetahui Kuliner Ramadan Baiman," tambah legislator Partai Gerindra ini. 

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola, Sirpan, menjelaskan Kuliner Ramadan Baiman merupakan program tahunan. 

"Kuliner Ramadan Baiman menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemkab Batola dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya sektor kuliner," ungkap Sirpan. 

"Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, Kuliner Ramadan Baiman juga bertujuan menghidupkan suasana Ramadan, sekaligus meramaikan destinasi wisata Taman Jembatan Barito dengan aktivitas positif, produktif, dan bernilai ekonomi," tutupnya.