Hanya Tempo Empat Bulan, Kasus ISPA di HST Terus Menanjak
Asap akibat kebakaran hudan dan lahan (karhutla) berdampak nyata terhadap tingkat kesehatan masyarakat di Hulu Sungai Tengah (HST).
KABARKALSEL.COM, BARABAI - Asap akibat kebakaran hudan dan lahan (karhutla) berdampak nyata terhadap tingkat kesehatan masyarakat di Hulu Sungai Tengah (HST).
Setidaknya dalam rentang Januari hingga Juli 2026, tercatat 24.601 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sebanyak 24.601. Angka ini disumbangkan lonjakan kasus dalam empat bulan terakhir.
"Tren kasus ISPA memang meningkat dalam empat bulan terakhir," papar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan HST, Mualim, dikutip dari Antara, Rabu (26/08/2026).
Kasus ISPA sepanjang Maret tercatat 2.604 kasus, kemudian April 3.070 kasus, Mei 3.157 kasus, Juni 3.161 kasus, dan Juli 3.960 kasus.
Mengantisipasi angka yang lebih besar, Dinas Kesehatan HST pun telah mengeluarkan imbauan yang diteruskan kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menyosialisasikan langkah-langkah kewaspadaan dan antisipasi kabut asap.
Masyarakat antara lain diimbau menggunakan alat pelindung diri seperti masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel asap.
Kemudian mengurangi aktivitas di luar ruangan agar tidak terpapar, terutama masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Selanjutnya menjaga kualitas udara dalam ruangan dan jika memungkinkan gunakan air purifer. Juga memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi atau vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
"Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata," imbau Mualim.
"Lantas agar kabut asap tidak bertambah, masyarakat janganmembuka lahan dengan cara dibakar, dan tidak membakar sampah sembarangan karena dapat memperburuk kualitas udara," tutupnya.

