Sebulan Tidak Hujan, 200 Hektare Padi di Tanah Bumbu Terancam Gagal Panen
Dampak kemarau panjang di Tanah Bumbu, sedikitnya 200 hektare tanaman padi terancam gagal panen.
KABARKALSEL.COM, BATULICIN - Dampak kemarau panjang di Tanah Bumbu, sedikitnya 200 hektare tanaman padi terancam gagal panen.
Penyebabnya sawah mengalami kekeringan akibat hampir sebulan tidak diguyur hujan. Ironisnya padi yang tumbuh rata-rata baru berusia sekitar 2 bulan.
“Kurang lebih hampir 1 bulan tidak turun hujan, sehingga sawah yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan,” papar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu, Robby Chandra, dikutip dari Antara, Rabu (26/08/2026).
"Akibatnya tanah di areal persawahan sampai pecah-pecah. Sedangkan dampak lanjutan adalah terancam gagal panen," sambungnya.
Dampak kekeringan mulai terlihat dari kondisi tanaman. Daun mulai menggulung, bagian ujung mengering dan pertumbuhan terhambat. Sedangkan jumlah anakan juga berkurang, karena kekurangan pasokan air.
Adapun luas tanam padi di Tanah Bumbu dalam periode Juli hingga Agustus mencapai 3.823 hektare. Dari luasan ini, sekitar 800 hektare terdampak kekeringan dengan 200 hektare di antaranya berada dalam kondisi terancam gagal panen.
Lahan yang terdampak kekeringan tersebar di empat kecamatan. Rinciannya Batulicin sekitar 19 hektare, Kusan Hulu 7 hektare, Kusan Tengah 491 hektare, dan Kusan Hilir 283 hektare.
Sedianya periode April hingga September sebenarnya merupakan waktu yang cukup baik untuk menanam padi. Namun sudah berbeda akibat anomali atau penyimpangan iklim yang menyebabkan kemarau lebih panjang.
“Akibat anomali penyimpangan iklim atau el nino, padi yang ditanam dalam periode Juli kini mengalami kekeringan,” jelas Robby.
Untungnya tidak semua lahan mengalami kondisi serupa. Sawah yang berada di dekat sumber air seperti bantaran sungai, masih memiliki pasokan air yang relatif mencukupi.
Petani di kawasan tersebut bahkan dapat memanfaatkan mesin pompa untuk memenuhi kebutuhan air di sawah, sehingga risiko kerusakan tanaman akibat kekeringan dapat ditekan.
“Andai kebutuhan air terpenuhi, tanaman padi tersebut mampu menghasilkan gabah kurang lebih mencapai 4,2 ton per hektare," ungkap Robby.
"Sebaliknya tanaman padi yang terdampak kemarau, kemungkinan hasil panen hanya sekitar 2,5 kuintal per hektare,” tukasnya.

