Siswi SMKN 1 Simpang Empat Banjar Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Mulut Disumpal Sikat

Seorang remaja perempuan ditemukan tewas di dalam kamar mandi sebuah rumah di Jalan Hauling Km 71, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Minggu (19/4/2026) dini hari. Peristiwa ini diduga merupakan tindak pembunuhan.

Apr 19, 2026 - 14:34
Apr 19, 2026 - 17:49
Siswi SMKN 1 Simpang Empat Banjar Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Mulut Disumpal Sikat
Personel Polsek Simpang Empat melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan mayat remaja perempuan yang juga siswi SMK Negeri 1 Simpang Empat. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Seorang remaja perempuan ditemukan tewas di dalam kamar mandi sebuah rumah di Jalan Hauling Km 71, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Minggu (19/4/2026) dini hari. Peristiwa ini diduga merupakan tindak pembunuhan.

Korban diketahui berinisial RE (18) yang juga siswi kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Simpang Empat. 

"Peristiwa itu pertama kali terungkap sekitar pukul 02.30 Wita, ketika sepupu korban bernama Jubainah baru saja pulang dari Banjarbaru," papar Kapolres Banjar AKBP Fadli, melalui Plt Kasi Humas Iptu Muhammad Rifani.

Lantas Jubainah masuk ke rumah melalui pintu depan. Namun ketika melintas di dekat kamar mandi dengan pintu yang sedikit terbuka, perempuan berusia 22 tahun ini melihat tangan tergeletak.

Seketika Jubainah langsung berlari ke bagian depan rumah untuk memanggil ibu korban. Selanjutnya mereka kembali dan membuka pintu kamar mandi. 

Mereka pun mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. RE tergeletak dengan mulut disumpal sikat gosok pakaian. Belakangan diketahui ponsel dan sepeda motor milik korban juga hilang.

Adapun beberapa jam sebelum kejadian, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 22.00 Wita, korban diketahui masih melakoni kerja paruh waktu di sebuah warung. Namun setelah warung tutup, korban pergi tanpa tujuan yang diketahui.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Simpang Empat sekitar pukul 03.40 Wita. Tidak lama kemudian, petugas piket mendatangi tempat kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.

Berikutnya jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan autopsi, "Untuk memastikan dugaan tindak pidana, kami masih melakukan penyelidikan," tutup Rifani.