Tak Kunjung Diperbaiki, Kondisi SDN Tinggiran Darat di Batola Memburuk
Kondisi bangunan SDN Tinggiran Darat, Desa Tinggiran Darat, Kecamatan Mekarsari, Barito Kuala (Batola), semakin memprihatinkan.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Kondisi bangunan SDN Tinggiran Darat, Desa Tinggiran Darat, Kecamatan Mekarsari, Barito Kuala (Batola), semakin memprihatinkan.
Atap sekolah yang sudah mulai rusak sejak 2021, akhirnya ambruk total di akhir Juli 2025. Peristiwa ini memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat dalam menampung siswa-siswa yang terdampak.
"Ruang kelas IV dan III yang rusak parah sudah dikosongkan sejak 2022. Siswa kelas IV pindah ke ruang kelas II, lalu siswa kelas II ditempatkan ke perpustakaan dan kelas III ke ruang kepala sekolah," jelas Kepala SDN Tinggiran Darat, Salafuddin, Selasa (23/09/2025).
Ruang kelas II sebenarnya juga terdampak kerusakan. Namun karena masih bisa dimanfaatkan, dipasang tongkat penyangga di tengah-tengah ruangan.
"Kami juga menginstruksikan siswa kelas IV yang menempati ruang kelas II untuk selalu waspada. Kalau mendengar suara mendengar seperti suara kayu akan patah, sebaiknya langsung keluar dari ruangan," beber Salafuddin.
Salah seorang siswa di kelas IV, Aldo Hermawan, mengaku kerap dihantui was-was dijatuhi patahan bangunan, "Terakhir berbunyi akan runtuh beberapa hari lalu ketika angin kencang," ungkap Aldo.
Akibat kerusakan bangunan, jumlah siswa di SDN Tinggiran Darat juga semakin menurun. Sebelum sekolah ini memiliki 76 siswa, tetapi sekarang tersisa 44 siswa yang terdaftar.
Rinciannya kelas I sebanyak 4 siswa, kelas II 11 siswa, kelas III 3 siswa, kelas IV 4 siswa, kelas V 13 siswa dan kelas IV 9 siswa.
Suasana belajar di kelas IV SDN Tinggiran Darat. Terlihat tongkat kayu darurat yang digunakan menopang plafon ruangan untuk menghindari patahan atap. Foto: Kabar Kalsel
Sementara sekolah terdekat yang dapat dijadikan alternatif oleh masyarakat setempat adalah Madrasah Ibtidaiyah (MIN) 7 Batola.
Selain mengubah susunan rombongan belajar, kerusakan bangunan membuat seremoni kenaikan kelas yang biasa mengundang orang tua siswa terpaksa tidak dilaksanakan.
Sebelum mengalami kerusakan, ruangan yang sama pernah direhab pertengahan 2018 lalu. Perbaikan meliputi atap, dinding, dan pemasangan keramik lantai.
Namun perbaikan atap tidak dilakukan total, karena masih menggunakan sebagian kayu lama yang dinilai masih cukup kuat.
"Berdasarkan informasi terakhir, usulan perbaikan sudah masuk ke Dinas Pendidikan Batola. Tinggal menunggu waktu pelaksanaan pekerjaan," tukas Salafuddin.
"Selain rehab tiga ruangan kelas, kami juga masih menunggu peninggian halaman yang sudah diukur oleh pihak terkait," sambungnya.
Sementara ketika dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Disdik Batola, Lulut Widiyanto Putro, melalui Kasi Sarana Prasarana Sekolah Dasar (SD), Jarkasi, membenarkan perihal rencana tersebut. Sebagai konsultan perencana, telah ditunjuk CV Rohana Sultarindo.
"Segera dikerjakan dalam tahun anggaran 2025. InsyaAllah Oktober 2025 sudah perencanaan," jelas Jarkasi.