5 Jembatan di Pantang Baru Batola Rusak, Koneksi Kalsel-Kalteng Terganggu

Meski menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di bagian barat, banyak jembatan utama di Desa Pantang Baru dan Pantang Raya, Kecamatan Tabukan, Barito Kuala (Batola) dalam kondisi memprihatinkan.

Apr 22, 2026 - 12:01
Apr 22, 2026 - 12:01
5 Jembatan di Pantang Baru Batola Rusak, Koneksi Kalsel-Kalteng Terganggu
Salah satu jembatan di Desa Pantang Baru yang mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengendara. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Meski menghubungkan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di bagian barat, banyak jembatan utama di Desa Pantang Baru dan Pantang Raya, Kecamatan Tabukan, Barito Kuala (Batola) dalam kondisi memprihatinkan.

Tercatat 3 jembatan besar dan 2 jembatan kecil di Pantang Baru mengalami kerusakan. Mulai dari lantai yang patah di berbagai bagian, hingga ketiadaan pagar pembatas di kedua sisi jembatan.

"Salah satu jembatan yang rusak parah berada di perbatasan Desa Pantang Baru dengan Desa Pantang Raya," jelas Kepala Desa Pantang Baru, Ahmad Harjani, Rabu (22/04/2026).

Selama 15 tahun terakhir, jembatan-jembatan di jalan kabupaten itu baru sekali mendapatkan perbaikan ringan. Akhirnya warga pun berinisiatif melakukan perbaikan mandiri, meski hanya menggunakan kayu galam.

"Jembatan lain yang juga rusak parah berdekatan dengan perbatasan Kalsel dan Kalteng di Desa Karya Bersama, Kecamatan Kapuas Murung," tambah Harjani.

Kerusakan itu membuat otoritas di Kapuas mesti meminta izin untuk melakukan perbaikan. Penyebabnya jembatan ini banyak dilintasi warga Kota Air yang beraktivitas di Batola maupun kabupaten/kota lain di Kalsel.

Pantang Baru juga memiliki pelabuhan feri yang terhubung ke Desa Muara Dadahup di Kecamatan Kapuas Murung. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas di pelabuhan ini semakin ramai. 

"Sudah tidak terhitung kecelakaan yang disebabkan kerusakan jembatan tersebut. Malah pernah terjadi sebuah ambulans membawa jenazah terperosok di patahan jembatan," beber Harjani.

"Kami berharap perbaikan segera dilakukan. Sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan pengukuran, tetapi sampai sekarang perbaikan belum direalisasikan," tukasnya.

Sementara sebanyak 2 jembatan di Desa Pantang Raya yang bertetangga langsung dengan Pantang Baru, juga mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera. 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Akhdiyat Sabari, menjelaskan kondisi jembatan-jembatan yang rusak di Pantang Baru dan Pantang Raya sudah dilaporkan. 

"Kami juga telah menurunkan tim untuk melakukan survei dan penghitungan. Kalau dihitung memungkinkan dan sesuai skala prioritas, perbaikan diupayakan melalui APBD Perubahan 2026. Namun kalau sebaliknya, perbaikan akan masuk daftar antrean," jelas Akhdiyat.

"Sekarang lebih dari 10 jembatan yang mengalami kerusakan parah. Salah satunya jembatan penghubung Desa Dwipasari dengan Sumber Rahayu di Kecamatan Wanaraya yang putus dan sementara harus diganti batang kelapa," sambungnya.

Pemkab Batola sendiri menegaskan jembatan-jembatan di Pantang Baru dan Pantang Raya berperan vital untuk menunjang akses antarprovinsi. Pun Batola telah meningkatkan jalan menuju perbatasan, demikian pula Kapuas.

"Bahkan Bupati Batola H Bahrul Ilmi dan Kapuas H Muhammad Wiyatno sebelumnya sudah bertemu, sekaligus bersepakat untuk saling mengkoneksikan jalan," beber Akhdiyat.

Sementara untuk jangka panjang, direncanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pantang Baru di Kalsel dan Muara Dadahup di Kalteng. 

"Mengingat jembatan tersebut akan terhubung ke jalan nasional, pembangunan sudah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)," tutup Akhdiyat.